Hai..hai... para pembaca blog baru saya :D
Tekadnya kan ya... mau nulis satu tulisan tiap hari di blog ini. Yang kemudian terjadi adalah laptop rusak tiba-tiba. Setelah laptopnya sembuh, ehh sayanya ngedrop....terus juga tumpukan tugas melambai-lambai buat dikerjakan. Ya sudahlah ya... apa yang terjadi terjadilah... Hehe :D
Beberapa waktu yang lalu saya dan suami sudah bertekad untuk memulai kembali program kehamilan dengan bantuan konsultasi dokter. Tapi ternyata mendekati hari H, ada saja kegiatan yang harus dilakukan dan membuat rencana ke dokter kandungan gagal. Kami bersepakat menunda dua hari kemudian untuk bertemu dengan dokternya. Daaaaannn... taraaaaa.... hari itu Bu Dokternya nggak praktik dan suami pulangnya terlalu malam. Lengkaplah sudah, gagal lagi konsultasi promilnya -_-"
Karena kegagalan memulai berkonsultasi dengan dokter yang berturut-turut (termasuk akumulasi rencana konsultasi yang sebelum-sebelumnya), maka mood saya pun berkurang drastis untuk kembali merencanakan kapan berkonsultasi dengan dokter kandungan lagi. Rencana itu sepenuhnya saya serahkan kepada Pak Suami. Ditambah pula waktu ujian tengah semester yang semakin mendekat dan banyak yang belum saya pelajari, saya memantapkan hati: ke dokter kandungannya nanti sajah, hahaha :D
Di luar itu semua, kali ini saya ingin membahas masalah menata hati. Penantian terhadap kehadiran si dedek kecil ini memerlukan hati yang tertata, itu kesimpulan saya beberapa hari yang lalu. Dan saya sungguh belum bisa melakukan penataan hati dengan baik. Saya pikir, sebaiknya fokus persiapan saya untuk sementara ini adalah belajar berdamai dengan situasi dan menata hati terlebih dahulu sebelum kembali memulai program kehamilan yang manapun. Memikirkan serta mencemaskan hal-hal yang mengganggu dan tidak penting, hanya akan membuat hormon stress mengambil kendali dan membuat tubuh kehilangan keseimbangan sehingga secara tidak langsung juga akan berpengaruh pada persiapan tubuh untuk menerima kehamilan.
Intinya, stress itu tidak baik apalagi bagi calon ibu yang sedang menginginkan kehamilan, hihihi... :D
Lalu? Hmm... nikmati saja kehidupan yang telah Allah berikan sampai dengan saat ini... Bisa jadi Allah memberikan penantian panjang ini karena sedang mempersiapkan yang terbaik. Atau karena ini adalah proses mengabulkan doa kita yang lain. Misalnya, kita berdoa pada Allah agar dikaruniai anak-anak yang shalih dan shalihah. Kalau dikasih sekarang.... mungkin saja bekal awal untuk mendidik anak belum cukup. Jadi Allah tunda dulu, supaya kita tidak menjadi orang tua yang durhaka, yang tidak bisa memberikan hak anak berupa pendidikan yang baik. Allah perpanjang waktu persiapan kita untuk menjadi orang tua yang shalih dan shalihah supaya kelak kita bisa mendidik anak-anak kita menjadi anak yang shalih dan shalihah juga.
Bisa juga karena pengeeeen banget anaknya hapal Quran, kita rajin berdoa setiap waktu kepada Allah agar mengaruniakan anak yang, selain shalih dan shalihah, juga hapal Quran. Jadi Allah perpanjang waktu kita dulu untuk menghapal Quran supaya kelak bisa memberikan keteladanan kepada anak-anak kita dalam menghapal Quran. Bisa jadi di Lauhul Mahfudz tertulis: si Fulan akan dikaruniai anak yang hapal Quran setelah si Fulan selesai menghapal 30 juz dalam Al Quran.
Atau doa kita tentang anak yang lainnya mungkin... "Ya Allah, saya kok malasnya parah banget ya? Jangan sampai nanti saya punya anak yang malesnya ampun-ampunan kayak sayah. Nah lho... padahal pendidik utama bagi anak adalah orang tua. Apa yang didapat anak ya asalnya dari orang tua juga. Terus dapet darimana tuh gen rajinnya kalo nggak dari ortunya juga?" Hmmpffhh -_-"
Ya sudahlah, jangan bergulat dengan galau terus-terusan. Lama-lama nanti malah makin stress, tapi tidak mampu mengelola stressnya. Kalau sekarang saja belum mampu memanajemen stress, bagaimana pula nanti kalau yang kita tanggung jawab kita semakin bertambah dengan hadirnya anak? Padahal setiap anak akan membawa ujian tersendiri kan?
Ikhlas dengan setiap ketentuan Allah, ikhlas meniatkan keinginan punya anak hanya karena Allah.
Yuk, belajar menata hati lagi... :)
gambarnya nyomot dari sini
*) hasil self talk hari ini
